Pengertian Bullying Adalah: Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pengertian bullying adalah perilaku agresif yang disengaja dan berulang-ulang yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang memiliki ketidakseimbangan kekuasaan.

Bullying dapat menyebabkan cedera atau ketidaknyamanan fisik, psikologis, sosial, atau pendidikan bagi korban.

Bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti kontak fisik, kata-kata, atau tindakan halus. Bullying juga dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung, secara terbuka atau tertutup, secara langsung atau online.

Bullying adalah masalah yang serius dan umum di seluruh dunia. Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2019, sekitar 20% siswa sekolah menengah di Amerika Serikat mengalami bullying di lingkungan sekolah.

Selain itu, data dari World Health Organization (WHO) tahun 2013 dan 2014 di 42 negara di Eropa dan Amerika Utara menunjukkan bahwa rata-rata 14% anak laki-laki berusia 11 tahun dan 11% anak perempuan berusia 11 tahun mengalami bullying setidaknya dua kali dalam dua atau tiga bulan terakhir.

Bullying dapat berdampak negatif bagi semua pihak yang terlibat, termasuk korban, pelaku, dan saksi bullying.

Bullying dapat menyebabkan depresi, kecemasan, kesulitan tidur, rendahnya prestasi akademik, putus sekolah, bahkan bunuh diri.

Selain itu, anak-anak yang mengalami bullying dapat menjadi korban atau pelaku kekerasan di kemudian hari.

Sementara itu, mereka yang melakukan bullying lebih cenderung terlibat dalam perkelahian, merusak properti, menyalahgunakan narkoba dan alkohol, memiliki catatan kriminal di masa dewasa, dan menyalahgunakan pasangan atau anak-anak mereka.

Jenis-jenis Bullying

Bullying dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis berdasarkan bentuk, tempat, dan dampaknya. Berikut adalah beberapa jenis bullying yang umum terjadi:

  • Bullying Fisik: Bullying fisik adalah bullying yang melibatkan kontak fisik yang menyakiti tubuh atau barang milik korban. Contoh bullying fisik adalah memukul, menendang, mencubit, meludah, menjatuhkan, mendorong, mengambil atau merusak barang milik korban, atau membuat isyarat tangan yang kasar atau tidak sopan.
  • Bullying Verbal: Bullying verbal adalah bullying yang melibatkan kata-kata lisan atau tertulis untuk menghina atau mengintimidasi korban. Contoh bullying verbal adalah mengejek, memanggil nama-nama tidak pantas, membuat komentar seksual tidak pantas, mengejutkan, mengancam untuk menyebabkan bahaya.
  • Bullying Relasional: Bullying relasional juga disebut sebagai bullying sosial, agresi relasional, atau bullying emosional. Bullying relasional adalah bullying yang melibatkan merusak reputasi atau hubungan sosial korban. Contoh bullying relasional adalah meninggalkan seseorang dengan sengaja dari kelompok sosial tertentu, memberitahu anak-anak lain untuk tidak berteman dengan seseorang, menyebarkan rumor atau gosip tentang seseorang, mempermalukan seseorang di depan umum.
  • Cyberbullying: Cyberbullying adalah bullying yang dilakukan melalui teknologi elektronik seperti ponsel, email, media sosial, atau pesan teks. Cyberbullying dapat mencakup semua jenis bullying lainnya seperti bullying verbal dan relasional. Cyberbullying memiliki beberapa kompleksitas tambahan yang dapat menciptakan kekhawatiran tambahan bagi siswa, orang tua dan pengasuh, dan guru. Misalnya, cyberbullying termasuk potensi untuk konten direkam, didistribusikan dan dilihat oleh audiens yang jauh lebih luas dari yang dimaksudkan. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami cyberbullying sering juga mengalami bullying secara langsung. Ini berarti bahwa menangani cyberbullying secara efektif mungkin memerlukan pemeriksaan perilaku bullying di lingkungan lain.
  • Bullying Seksual: Bullying seksual adalah bullying yang melibatkan perilaku seksual yang tidak diinginkan, tidak pantas, atau tidak sopan terhadap korban. Contoh bullying seksual adalah menyentuh bagian tubuh sensitif korban tanpa izin, membuat komentar atau lelucon seksual yang menyinggung, menunjukkan gambar atau video porno kepada korban, memaksa korban untuk melakukan aktivitas seksual, atau memeras korban dengan ancaman menyebarkan konten seksual tentang mereka.
  • Bullying Prejudisial: Bullying prejudisial adalah bullying yang didasarkan pada prasangka atau diskriminasi terhadap karakteristik pribadi korban seperti ras, etnis, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, atau kecacatan. Contoh bullying prejudisial adalah menghina, mengejek, mengucilkan, atau menyerang seseorang karena identitasnya, menggunakan kata-kata atau simbol rasis, homofobik, atau anti-agama, atau mengabaikan kebutuhan khusus seseorang.

Penyebab Bullying

Tidak ada satu alasan pasti mengapa seseorang melakukan bullying, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan atau menurunkan risiko seseorang untuk melakukan atau mengalami bullying.

Baca Juga :   Permainan Bulu Tangkis: Olahraga Populer yang Mengasyikkan

Untuk mencegah bullying, kita harus memahami dan mengatasi faktor-faktor yang membuat orang rentan terhadap atau melindungi mereka dari kekerasan. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi perilaku bullying:

  • Faktor Individu: Faktor individu adalah karakteristik pribadi seseorang yang dapat mempengaruhi kemungkinan mereka untuk melakukan atau mengalami bullying. Beberapa faktor individu yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk melakukan bullying adalah memiliki masalah emosional atau perilaku, memiliki rendahnya harga diri atau empati, memiliki sikap agresif atau dominan, memiliki kesulitan akademik atau sosial, memiliki pengaruh negatif dari teman sebaya atau media. Beberapa faktor individu yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami bullying adalah memiliki perbedaan fisik atau mental, memiliki rendahnya harga diri atau percaya diri, memiliki sedikit teman atau dukungan sosial, memiliki gaya komunikasi pasif atau penurut.
  • Faktor Keluarga: Faktor keluarga adalah kondisi lingkungan rumah tangga seseorang yang dapat mempengaruhi kemungkinan mereka untuk melakukan atau mengalami bullying. Beberapa faktor keluarga yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk melakukan bullying adalah kurangnya pengawasan orang tua, kurangnya ikatan emosional dengan orang tua, kurangnya disiplin yang konsisten dan adil dari orang tua, adanya kekerasan dalam keluarga. Beberapa faktor keluarga yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami bullying adalah kurangnya dukungan dan kasih sayang dari orang tua, kurangnya komunikasi dan keterlibatan orang tua dalam kehidupan anak.
  • Faktor Sekolah: Faktor sekolah adalah kondisi lingkungan sekolah seseorang yang dapat mempengaruhi kemungkinan mereka untuk melakukan atau mengalami bullying. Beberapa faktor sekolah yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk melakukan bullying adalah kurangnya pengawasan dan intervensi dari staf sekolah, kurangnya aturan dan konsekuensi yang jelas dan ditegakkan tentang perilaku bullying, kurangnya iklim sekolah yang positif dan inklusif. Beberapa faktor sekolah yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami bullying adalah kurangnya rasa aman dan nyaman di sekolah, kurangnya keterlibatan dan partisipasi dalam aktivitas sekolah.
  • Faktor Masyarakat: Faktor masyarakat adalah kondisi lingkungan sosial seseorang yang dapat mempengaruhi kemungkinan mereka untuk melakukan atau mengalami bullying. Beberapa faktor masyarakat yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk melakukan bullying adalah adanya norma sosial yang mendukung kekerasan dan diskriminasi, adanya tekanan kelompok untuk
  • menindak atau mengikuti perilaku bullying, adanya konflik atau ketegangan antara kelompok sosial yang berbeda. Beberapa faktor masyarakat yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami bullying adalah kurangnya dukungan dan sumber daya dari masyarakat, kurangnya kesempatan dan akses untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
  • Cara Mengatasi Bullying
  • Bullying adalah masalah yang kompleks dan membutuhkan solusi yang komprehensif dan kolaboratif. Tidak ada cara tunggal yang dapat menghentikan bullying, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak untuk mencegah dan mengintervensi bullying. Berikut adalah beberapa cara mengatasi bullying:
  • Bagi Anak-anak yang Mengalami Bullying: Jika Anda mengalami bullying, Anda tidak sendirian dan Anda tidak bersalah. Anda berhak mendapatkan perlindungan dan bantuan dari orang-orang di sekitar Anda. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah:
    • Beritahu orang dewasa yang Anda percayai, seperti orang tua, guru, konselor, atau teman baik. Mereka dapat membantu Anda menemukan solusi dan memberikan dukungan emosional.
    • Jangan balas dendam atau terlibat dalam kekerasan. Hal ini dapat memperburuk situasi dan membuat Anda terlihat bersalah.
    • Jaga diri Anda dengan baik. Lakukan hal-hal yang membuat Anda bahagia dan percaya diri, seperti berolahraga, bermain musik, atau bergabung dengan klub atau organisasi. Hindari hal-hal yang dapat merusak kesehatan Anda, seperti merokok, minum alkohol, atau menggunakan narkoba.
    • Cari teman-teman yang positif dan mendukung. Teman-teman yang baik dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi Anda. Mereka juga dapat membantu Anda menghadapi situasi bullying dengan cara yang sehat.
    • Jangan biarkan bullying menghentikan Anda untuk mencapai impian Anda. Ingatlah bahwa Anda memiliki potensi dan bakat yang luar biasa. Fokuslah pada tujuan dan cita-cita Anda, dan jangan biarkan siapa pun meremehkan Anda.
  • Bagi Anak-anak yang Melakukan Bullying: Jika Anda melakukan bullying, Anda harus menyadari bahwa tindakan Anda dapat menyakiti orang lain secara serius. Anda juga harus bertanggung jawab atas konsekuensi hukum atau sosial dari tindakan Anda. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah:
    • Berhenti melakukan bullying sekarang juga. Sadarilah bahwa bullying bukanlah cara yang baik untuk mengekspresikan diri atau menyelesaikan masalah. Bullying juga tidak akan membuat Anda lebih populer atau dihormati.
    • Mintalah maaf kepada orang-orang yang telah Anda sakiti. Tunjukkan penyesalan dan kesungguhan Anda untuk berubah. Minta bantuan mereka untuk memperbaiki hubungan Anda.
    • Cari bantuan dari orang dewasa yang dapat membantu Anda mengubah perilaku Anda. Mereka dapat memberikan nasihat, bimbingan, atau terapi bagi Anda. Mereka juga dapat membantu Anda menemukan cara-cara positif untuk berinteraksi dengan orang lain.
    • Temukan hobi atau kegiatan yang dapat menyalurkan energi dan emosi Anda secara konstruktif. Cobalah untuk belajar sesuatu yang baru, seperti olahraga, seni, atau musik. Hal ini dapat meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri Anda.
    • Perbaiki hubungan Anda dengan keluarga dan teman-teman. Cobalah untuk lebih menghargai dan menghormati orang-orang di sekitar Anda. Jadilah teman yang baik bagi orang lain.
  • Bagi Orang Dewasa yang Peduli: Jika Anda adalah orang dewasa yang peduli dengan anak-anak yang terlibat dalam bullying, seperti orang tua, guru, konselor, atau pemimpin masyarakat, Anda memiliki peran penting dalam mencegah dan mengintervensi bullying. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah:
    • Buat lingkungan yang aman dan positif bagi anak-anak. Berikan aturan dan konsekuensi yang jelas dan adil tentang perilaku bullying. Dorong anak-anak untuk saling menghormati dan bekerja sama. Berikan penghargaan atau pujian bagi anak-anak yang berperilaku baik.
    • Awasi dan pantau aktivitas anak-anak. Perhatikan tanda-tanda bullying, seperti luka fisik, perubahan emosional, penurunan prestasi akademik, atau isolasi sosial. Jangan abaikan atau menyepelekan bullying, tetapi segera tangani dengan cara yang tepat.
    • Dengarkan dan dukung anak-anak yang terlibat dalam bullying. Berikan kesempatan bagi anak-anak untuk berbicara tentang masalah mereka. Tunjukkan empati dan pengertian. Bantu mereka menemukan solusi dan sumber daya yang sesuai. Jangan menyalahkan atau menghakimi mereka.
    • Ajari anak-anak keterampilan hidup yang berguna. Bantu mereka mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan kognitif yang dapat membantu mereka mengatasi situasi bullying. Contoh keterampilan hidup adalah komunikasi, penyelesaian masalah, pengambilan keputusan, manajemen stres, dan asertivitas.
    • Kerjasama dengan pihak-pihak lain yang terkait. Cari tahu kebijakan dan program sekolah atau masyarakat tentang bullying. Libatkan orang tua, staf sekolah, pemimpin masyarakat, atau profesional lainnya dalam upaya pencegahan dan intervensi bullying. Buat rencana aksi bersama yang komprehensif dan kolaboratif.
Baca Juga :   Teks Eksplanasi: Memahami Seni Teks Penjelas

Kesimpulan

Bullying adalah perilaku agresif yang disengaja dan berulang-ulang yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang memiliki ketidakseimbangan kekuasaan.

Bullying dapat menyebabkan cedera atau ketidaknyamanan fisik, psikologis, sosial, atau pendidikan bagi korban.

Bullying dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis berdasarkan bentuk, tempat, dan dampaknya. Beberapa jenis bullying yang umum terjadi adalah bullying fisik, verbal, relasional, cyberbullying, seksual, dan prejudisial.

Bullying dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat meningkatkan atau menurunkan risiko seseorang untuk melakukan atau mengalami bullying. Beberapa faktor tersebut adalah faktor individu, keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Bullying dapat diatasi dengan cara-cara yang berbeda oleh berbagai pihak yang terlibat dalam bullying.

Beberapa cara tersebut adalah berhenti melakukan bullying, minta maaf kepada korban, cari bantuan dari orang dewasa, buat lingkungan yang aman dan positif, awasi dan pantau aktivitas anak-anak, dengarkan dan dukung anak-anak, ajari anak-anak keterampilan hidup, dan kerjasama dengan pihak-pihak lain.

Bullying adalah masalah yang serius dan membutuhkan perhatian dari semua pihak. Dengan bersama-sama kita dapat menghentikan bullying dan menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua orang.

You May Also Like

About the Author: ilmupediaid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *